Sabtu, 05 Juli 2014

Perasaan Yang Kamu Abaikan, * !

Aku baru sempat menghadirkan bait bait ini untuk kamu, kamu yang beberapa kali mulai singgah di beberapa tulisanku.
Tidak bintang, kali ini aku tak berniat memaksa kamu membaca catatanku, karena sekarang aku tahu kamu tengah terlelap, seharusnya.
Aku hanya ingin bercerita, pada segurat tanya yang kerap kali kamu abaikan, tak apa, kini aku mulai terbiasa.
Bagaimana tugas tugas kamu, tugas yang kian menyita waktu.
Apa kamu telah menyelesaikan semuanya? Bukankah itu bukan pekerjaan mudah, bintang?
Mungkin kamu mau belajar bersama, esok hari misalnya.
Aku takut semua takkan selesai tepat waktu, lantaran aku tak tahu bagian mana yang harus kuselesaikan terlebih dulu.
Sama seperti aku tak tahu, perasaan mana yang harus kupangkas lebih dulu.
Tidak, ini bukan perkara cinta bintang, toh aku terlalu bodoh untuk itu.
Ini hanya tentang rasa yang terus kamu abaikan, tentang kehangatan yang kamu pancarkan dari sinar dua mata bola, tetang kesenduan wajah kamu.
Bintang, diakhir minggu yang mungkin menjadi penghujung jalan, aku tepekur membayangkannya.
Bagaimanalah pertemuan yang kian berkurang akan membuatku berhenti bersajak, sedang anginpun enggan membantu membelai lembut wajah kamu, nanti.
Lantas, apa yang harus kulakukan bintang? Bukankah kesibukan perlahan kan kian menikam perasaan kita, ah perasaanku maksudku.
Perasaan yang kamu abaikan.
Sampai besok, bintang !


8 Juni 2014 pukul 23:25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar