Sabtu, 05 Juli 2014

Entahlah, Bintang !

Entah mengapa aku begitu membenci hari ini, bintang.
Hari cerah dan mungkin saja istimewa.
Malampun dengan indahnya menyapa.
Menghamparkan gemintang nan indah membentuk rasi yang tak kuhapal namanya.
Aku hanya kehilangan selera tuk menulis sajak ketika sedari tadi tiap kata yang ku eja kiranya tanpa makna.
Entah bagaimana jadinya perasaan yang dulunya kamu abaikan.
Setelah beberapa baris percakapan itu kubaca berulang, mungkinkah itu kamu?
Bintang, bukankah jarak itu mulai membentang? Serupa laut memisah pulau.
Entah, aku juga tidak memahami apa yang kupikirkan.
Perasaanku yang terlalu dalam juga tak baik, bukan? Dekat sekali dengan luka.
Aku tidak pernah bisa menyelami hati kamu pun keanggunan sikap kamu.
Begitu pula aku tidak pernah bisa menuju tepi hati kamu, apakah kamu mengijinkanku menyentuhnya, bintang?
Namun kenapa seolah ada sekat didalamnya?
Hati kamu yang mungkin sama bekunya dengan sikap kamu.
Perlukah kuberitahu apa yang kumau, pada angin yang membelai malam, pun hujan yang membasuh kesunyian?
Bintang, entah mengapa aku membenci hari ini.
Ketika aku tetap saja tak mampu menyelami hati kamu, bintang.
Entahlah !


17 Juni 2014 pukul 22:56

Tidak ada komentar:

Posting Komentar