Mungkin hari ini lebih indah dibanding kemarin disaat kamu merasa sangat bosan.
Mungkin juga lebih bermakna dibanding kemarin saat kamu tak melakukan apa apa.
Tadi, disaat kupandangi kamu melangkah anggun dari tempat biasa kamu
memarkir kendaraan kamu, aku terpaku, Tadi pagi, disaat aku melangkah
tergesa ke toilet wanita.
Aku tak ingin kehilangan banyak waktu karena aku tahu, tadi
pelajaran akan segera dimulai. Tentunya aku lebih tak ingin kehilangan
banyak waktu memandang kamu, diruang berpendingin tempat kita menghela
udara yang sama.
Tadi setelah melihat kamu, aku semakin yakin kamu mengoleksi pakaian
itu aneka warna, bintang. Membuatku sukar mengingat warna apa yang
mungkin belum kamu punya.
Entahlah bintang, kepalaku semakin berdenyut, mendadak pening.
Suhu tubuhku juga tak menentu, aku flu berat. Mungkin karena dinginnya hujan kemarin, tapi kamu tentu baik baik saja bukan?
Mungkin saja kamu tidak peduli bintang, karena tadi nampaknya kamu sedang sibuk sekali.
Tapi, tadi, disaat teman teman kamu yang juga teman temanku tertawa
riang, mengapa kamu tetap diam? Tak tertarikkah turut serta? Atau
mungkin ada hal yang lebih menarik untuk kamu pikirkan, berceritalah
sedikit, bintang. Seperti waktu itu.
Setidaknya cerita kamu dapat menjadi dongeng pengantarku beristirahat petang ini, tubuhku yang mulai ambruk tak bertenaga.
Ah bintang, mungkin lain kali kita dapat bercengkrama di depan teras
gedung belajar kita, seandainya saja aku sedikit lebih berani untuk
menyapa.
Nanti disaat flu berat ini sirna, mungkin kamu mau bercerita, sedikit saja, seperti waktu itu.
28 Mei 2014 pukul 15:50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar