Sabtu, 05 Juli 2014

No title, * !

Aku terhenti dari kegiatanku yang kian menjemukan, menatapi halaman demi halaman yang tak kunjung kupahami.
Aku sejenak memandangi rembulan, yang setia menggantung.
Rembulan yang sama yang mungkin juga tengah kamu pandangi.
Rembulan bundar yang entah hari kesekian kalinya tak kujumpai, dimulai dimalam itu.
Kali ini izinkan aku, karena kamu tentu tahu hal ini mulai menjadi kebiasaanku.
Menulis sebait puisi sebelum aku beranjak membelai guling kesayanganku.
Puisi yang dulu kamu minta, puisi yang dulu kujanjikan, ditengah percakapan kita yang selalu kuanggap spesial.
Ku baca berulang klausa yang kamu ketikkan pada tuts keyboardmu waktu itu, entah bagaimana itu selalu menjadi penghiburan untukku ditengah sikap dingin kamu. Dingin yang terus mengabaikanku.
Tadi, ketika kita selesai mengerjakan soal pelik yang menyita waktu, aku terpikirkan akan kamu.
Kamu yang tadi sengaja kuhindari.
Mata kamu yang tidak lagi kupandangi. Warna pakaian kamu yang pun tidak lagi kuamati.
Entahlah, aku tahu cepat pun lambat waktu tetap tak mau menunggu.
Tidak, mungkin kamu tahu dan berpura pura tidak tahu. Teruslah begitu bintang, meski waktu tak lagi jadi sekutu, bait sajak ini tetap untuk kamu.
Selamat beristirahat, bintang !


12 Juni 2014 pukul 22:57

Tidak ada komentar:

Posting Komentar