Sabtu, 05 Juli 2014

Mengibaratkan Kamu, Bintang.

Beberapa menit sebelum tengah malam aku masih sibuk mengibaratkan kamu.
Dipenghujung hari kamu yang mungkin begitu lelah.
Aku pun mulai lelah menghitung menit menit terakhir kali kamu berada dalam daftar orang yang mungkin ku ajak bicara, tadi.
Hampir lima kali enam puluh menit sudah, nyatanya kamu tetap tidak nampak.
Sepertinya kamu selalu sibuk, bintang. Tidak seperti aku yang akan selalu punya waktu luang, kapanpun kamu perlu.
Tapi bukankah disisa percakapan kemarin kamu bilang akan selalu punya waktu, apa kamu lupa bintang?
Kamu mungkin menghabiskan malam bersama teman kamu, begitu yang kubaca dari sebait tulisan yang tanpa sengaja lewat, bukankah esok libur panjang. Kamu tentu bisa tidur sedikit larut. Benar tidaknya aku tidak tahu. Bukankah kamu bahkan jarang sekali berbagi cerita denganku, kecuali waktu itu.
Kepalaku makin pusing bintang, tapi mataku enggan beranjak dari beberapa baris tulisan yang kamu kirimkan, waktu itu.
Dibalik sendu kamu bintang, aku tahu ada banyak misteri disana, bagai kepingan puzzle yang harus kuselesaikan, barulah terlihat rupanya.
Tidak, kamu bahkan lebih rumit dari kepingan puzzle itu. Kamu adalah pecahan kaca, membentuk indah serupa mozaik malam bintang.
Disini, beberapa menit sebelum tengah malam, aku mengibaratkan kamu, bintang.

28 Mei 2014 pukul 23:41

Tidak ada komentar:

Posting Komentar