Sabtu, 05 Juli 2014

Pelangi dan Bintang.

Aku tahu kamu mungkin tengah melakukan apa yang biasa kamu lakukan, seperti aku yang juga tengah melakukan apa yang biasa kulakukan.
Tidak ada yang spesial bintang, sama saja.
Hanya dengan rutinitas yang itu itu saja. Hal yang begitu terus, berputar serupa siklus.
Tadi, seorang teman berkata bagaimanalah aku mengagumi kamu seperti itu.
Entah, aku tidak tahu bintang. Bukankah tidak semua hal memerlukan alasan.
Ia berkata aku serupa pelangi, dan kamu bintangnya.
Bagaimanalah bintang, bukankah pelangi dan bintang tidak pernah beriringan pun berdekatan.
Kamu benderang di langit malam sementara pelangi melengkung di sisa hujan, bagaimanalah ada pelangi di gelapnya malam?
Dengannya aku paham pun mengerti, ada hal yang kan tetap begitu adanya.
Pelangi dan bintang tidak pernah beriringan pun berdekatan.
Tapi kamu mungkin lupa satu hal bintang, pelangi selalu dapat menyentuh hati kamu.
Menggambarkan lengkung senyum kamu, mewarnai langit siang dikala kamu kerap kali bersembunyi, mengembalikan kesenangan kamu dikala kamu bosan menanti hujan.
Bintang, bagaimanapun adanya entah untuk berapa lama aku tetap berharap kamu menyinari malamku dari sudut aku biasa menghabiskan waktu menulis sajak untuk kamu.


15 Juni 2014 pukul 19:04

Tidak ada komentar:

Posting Komentar