Sabtu, 05 Juli 2014

Bukankah Ini Rahasia, Bintang ?

Semalam, 26 menit dari pukul 8 aku tiba dirumah.
kemarin adalah hari yang panjang, bintang. Mungkin juga hari ini.
Semalam, beberapa saat sebelum melangkah pulang, beberapa saat sebelum santapan yang kami pesan memenuhi meja makan yang kami lingkari, kami berceloteh tentang kamu, bintang.
Aku hanya tertawa menatap mereka yang semakin penasaran akan kamu, bukankah ini rahasia bintang ?
Mereka memaksaku mengingat kembali tentang kamu, semua detail lekuk wajah kamu yang belakangan mulai jarang berada dalam puisiku.
Bagaimanalah bintang, kamu bahkan tetap abai akan jalinan kata yang mulai kusam berkarat. Apa hakku kembali menulis puisi ?
Apa kamu menunggu untuk membacanya? Tidak bintang, aku rasa tidak.
Kemarin, disaat kamu berada ditempat biasa aku memandang kamu, kamu bahkan seolah enggan menatap.
Gelap pandangan kamu sepekat jaket kesayangan yang kemarin kamu kenakan.
Padahal, susah payah aku membujuk tubuhku untuk berdamai dengan sakit yang sedikit menyusahkan, hanya untuk mengamati pakaian apa yang kembali kamu kenakan.
Lalu apa yang harus kukatakan pada mereka, bintang?
Apakah aku harus mengubur kamu bintang?
Bagaimanalah bintang, meski kamu tetap abai, puisi ini tetap untuk kamu. Sudahlah bintang, sepertinya aku tak perlu bercerita banyak tentang kamu, pada mereka khususnya.
Bukankah ini rahasia, bintang ?



5 Juni 2014 pukul 7:58

Tidak ada komentar:

Posting Komentar