Malam ini aku kan bercerita sedikit, mungkin ini jawaban untuk setiap pertanyaan kamu, bintang.
Semoga kali ini kamu memiliki cukup waktu untuk membaca klausaku, karena aku memutuskan berhenti bersajak sejak aku tahu, kamu tetap mengabaikannya, Meskipun kamu berjanji membacanya, dipercakapan kita hari itu.
Sajak yang sejak beberapa malam tiada lagi menyapa kamu, bukan aku lupa akan kamu bintang, bukan.
Aku hanya mulai berpikir semuanya hanya mengganggu kamu, hanya menghabiskan waktu singgah disetiap aksara yang kugurat dalam diam. Diam kamu yang terus mengabaikanku.
Malam ini aku memutuskan untuk kembali menghantui malam kamu dengan sajak sajak ini.
Entah sajak kesekian kalinya yang tidak menarik untuk kamu baca, tapi aku tahu bintang kamu hanya sedang enggan, bukankah begitu? Atau memang kamu selalu enggan ?
Kali ini kamu harus tahu mengapa kamu kusapa bintang.
Entah bagaimana kamu selalu ada dikala aku menatap langit meski hujan seharian yang membuat kamu selalu bosan, aku tetap menemukan kamu. Bukankah bintang tak pernah membiarkan langit sendirian?
Kamu selalu disana, ditempat dimana aku bisa menatap kamu digedung belajar kita, dengan senyum yang sama pun sendu yang sama, bukankah bintang tak pernah meninggalkan temannya sendirian?
Aku menemukan kamu disetiap aku memulai hari, bukankah bintang selalu mengalah dan membiarkan mentari menggantikannya bersinar?
Bintang, entah sejak kapan kamu kupanggil begitu. Entah sejak kapan kamu mulai begitu sering menjadi tokoh disetiap catatanku.
Aku mulai lupa mengapa kamu kusapa bintang, mungkin karena kamu tiada pernah meninggalkanku dikala malam.
Mengapa kamu kusapa bintang? Entahlah,
Selamat malam, Bintang.
31 Mei 2014 pukul 19:45
Semoga kali ini kamu memiliki cukup waktu untuk membaca klausaku, karena aku memutuskan berhenti bersajak sejak aku tahu, kamu tetap mengabaikannya, Meskipun kamu berjanji membacanya, dipercakapan kita hari itu.
Sajak yang sejak beberapa malam tiada lagi menyapa kamu, bukan aku lupa akan kamu bintang, bukan.
Aku hanya mulai berpikir semuanya hanya mengganggu kamu, hanya menghabiskan waktu singgah disetiap aksara yang kugurat dalam diam. Diam kamu yang terus mengabaikanku.
Malam ini aku memutuskan untuk kembali menghantui malam kamu dengan sajak sajak ini.
Entah sajak kesekian kalinya yang tidak menarik untuk kamu baca, tapi aku tahu bintang kamu hanya sedang enggan, bukankah begitu? Atau memang kamu selalu enggan ?
Kali ini kamu harus tahu mengapa kamu kusapa bintang.
Entah bagaimana kamu selalu ada dikala aku menatap langit meski hujan seharian yang membuat kamu selalu bosan, aku tetap menemukan kamu. Bukankah bintang tak pernah membiarkan langit sendirian?
Kamu selalu disana, ditempat dimana aku bisa menatap kamu digedung belajar kita, dengan senyum yang sama pun sendu yang sama, bukankah bintang tak pernah meninggalkan temannya sendirian?
Aku menemukan kamu disetiap aku memulai hari, bukankah bintang selalu mengalah dan membiarkan mentari menggantikannya bersinar?
Bintang, entah sejak kapan kamu kupanggil begitu. Entah sejak kapan kamu mulai begitu sering menjadi tokoh disetiap catatanku.
Aku mulai lupa mengapa kamu kusapa bintang, mungkin karena kamu tiada pernah meninggalkanku dikala malam.
Mengapa kamu kusapa bintang? Entahlah,
Selamat malam, Bintang.
31 Mei 2014 pukul 19:45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar