Sabtu, 05 Juli 2014

Kamu Tidak Sendirian, Bintang.

Semoga saja kamu tak lekas bosan, karena sajak ini lagi lagi tentang kamu, bintang.
Bintang, akhirnya aku tahu kemana kamu menghabiskan waktu, akhir pekan kamu yang lalu.
Kamu pergi ketempat dimana adalah tempat yang selalu ingin kukunjungi.
Ceritakan padaku bintang bagaimana rasanya, apakah cukup melelahkan ?
Namun tempat yang begitu indah, bukankah begitu? Tempat kita dapat melihat panorama kota kecil dibanding kota tempat kita menetap sekarang. Mungkin juga kamu dapat melihat kota kamu dari atas sana, mungkin itu harapanku.
Bintang, sepertinya kamu sedang bosan.
Aku tidak tahu kamu tengah menatap hujan dari beranda rumah sewaan kamu atau dari desa kelahiran kamu disebelah utara kota ini. Yang jelas, kita tengah menatapi rinai yang sama.
Bintang, seperti ajakanku di rinai sebelumnya, maukah kamu kutemani minum teh. Jawablah bintang, kamu tentu tidak ingin semakin bosan sendirian bukan?
Banyak cerita yang mungkin ingin kamu dengar pun kamu bagi, tentang libur panjang ini misalnya.
Jangan lupa kenakan jaket gelap pekat kamu, cuaca sedang tak bersahabat. Aku tak ingin kamu flu seperti aku.
Bintang, semoga kamu tak lekas bosan dengan sajak yang kukirimkan.
Mungkin saja ini bisa menjadi teman kamu yang sendirian menanti hujan.
Dari sini ku kirimkan catatan kecil yang mungkin dapat membuat kamu tersenyum, simpul saja.
Senyuman dibawah hujan, dan kamu tahu kamu tak sendirian, bintang.


27 Mei 2014 pukul 15:14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar