Dan kamu menghilang bersama rinai hujan yang mereda, menyisakan bulir
basah di jendela kaca serta keping cerita yang jauh dari selesai.
Bahkan cerita ini harusnya baru saja hendak dimulai.
Kamu menjauh, bahkan bayangmu saja kini tiada lagi mampu ku rengkuh.
Aku mendadak melankolis, ketika sajak sajak yang kutulis kini berdebu, bahkan kotor oleh jaring laba laba.
Ratusan aksara, dan lagi menanti untuk kamu baca.
Kamu dimana, sementara aku tahu kamu tetap disana.
Ada yang berbeda ketika kamu tak lagi menapakkan jejakmu
disekitarku, ada yang hilang ketika kamu tak lagi setia berceloteh
tentang tulisan tulisanku tentang kamu.
Kamu yang tak pernah tahu bila kamu lah objek di tiap klausaku, ah, atau mungkin saja kamu tahu, ah, aku tak tahu. .
Dan kamu menghilang dari radarku, bahkan ketika cerita ini baru akan dimulai.
Tidak bintang, kisah ini jauh dari selesai..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar