Bintang, apakah kamu melihat bundarnya rembulan di atas sana? Indah menggantung.
Menyenangkan memandangnya. Apakah kamu tengah memandang rembulan yang sama ?
bukankah kamu telah selesai dengan semua tugas tugas kamu. Bukankah
kini kamu punya sedikit waktu, setidaknya sekedar untuk membaca tulisan
tulisanku.
Bintang, tadi setidaknya ku temukan sosok kamu. Meski ku tahu kamu
bahkan tak ada waktu untuk sekedar memasukkan namaku di daftar teman
yang ingin kamu sapa, tadi di ruangan putih berpendingin yang nyaris
membuatku beku. Sebeku wajah kamu, sebeku sikap kamu.
Dan lagi, aku penasaran. Berapa koleksi pakaian tradisional yang kamu punya.
Pakaian yang biasa kamu kenakan di gedung belajar kita.
Bintang, bukankah pernah ku katakan pada kamu. Aku mengagumi senyum
kamu. Dan kamu tertawa waktu itu. Kamu kira aku bercanda. Kamu bilang
itu lelucon. Bahkan sebenarnya aku tak pernah lebih serius dari saat
itu. Tapi tak apa, biarlah. Toh mungkin saja itu tidak lebih penting
dari kegiatan kamu memandang rembulan.
Bintang, andai rembulan itu aku, masihkah kamu sudi memandangnya?
bukankah kamu dapat memandangku tak hanya dimalam sepi, tapi setiap
pagi digedung belajar kita ? Atau sekedar memasukkan namaku dalam daftar
teman yang mungkin kamu sapa ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar