Minggu, 25 Mei 2014

Sederhana Saja, Bintang.

Seharusnya malam ini aku sudah terlelap. Seperti kamu yang mungkin tengah memeluk guling kamu dengan nyaman. Dibawah balutan dingin sisa hujan, bermimpi akan esok yang mungkin jauh lebih indah, mungkin juga jauh lebih sibuk dari biasanya.
Seharusnya dan selayaknya aku tak kembali menulis sajak, sajak sajak yang kerap kali mengusik kamu. Tapi entahlah bintang, sejak hari itu, hari dimana kamu tahu dan memutuskan menjauh, aksara ini mengalir begitu saja. Aku telah kehabisan cara menghentikannya.
Bintang, tak lama lagi nampaknya kita tak kan jumpa sesering dulu.
Kamu akan sibuk sekali tentunya, dipenghujung tahun terakhir kita.
Kamu juga akan pergi ketempat yang baru bagi kamu, ah, mungkin juga tidak. Bukankah tempat itu dekat kota kelahiran kamu ? Sebelah utara dari kota ini.
Begitupun aku, pergi ketempat asing yang mungkin tidak pernah terpikir oleh kamu.
Bintang, semakin aku menyelami hati kamu semakin aku tak mengerti.
Ketika hampir setiap malam aku terjaga hanya untuk memastikan kamu telah terlelap.
Bintang, ketika semua menjadi kian rumit dan menyesakkan, maukah kiranya kamu menyapaku seperti mula ? Bukankah itu sederhana saja, bintang ?


23 Mei 2014 23:45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar