Minggu, 25 Mei 2014

Hujan, Bintangku Sedang Apa ?

Rinai yang kesekian kalinya memaksaku tepekur disini.
Disudut ruang persegi yang kunamai kamar tidur.
Menatapi tiap bulir yang jatuh mengikis tandusnya tanah di halaman rumahku, mungkin juga di halaman rumah sewaan kamu.
Guntur juga bergemuruh, hebat sekali.
Apakah kamu menyukai hujan, bintang?
Setidaknya hujan memaksa kamu beristiraht sejenak dari penat kamu, dari semua urusan penting yang menyita waktu kamu.
Atau kamu malah membenci hujan yang telah merenggut semua waktu kamu yang berharga. Semua waktu kamu yang seolah selalu tergesa.
Bintang, sekiranya hujan tak jua mau reda, aku penasaran apa yang akan kamu lakukan.
Bukankah hari ini kamu harus menghadiri banyak jadwal di gedung belajar kita.
Apakah kamu akan nekat melewati hujan dengan kendaraan yang biasa kamu gunakan.
Tidak khawatirkah sepatu kamu akan basah, baju kamu akan kuyup, atau jam tangan kamu akan dibasuh hujan.
Ah, aku lebih takut lagi kamu akan terkena flu dan sakit kepala misalnya.
Bintang, sekiranya kamu tetap memaksa melalui hujan bolehkah aku menemani kamu.
Menapaki jalanan yang basah, memayungi kamu tentunya. Mungkin kita dapat bertelanjang kaki agar sepatu kamu tidak basah dan kamu tidak kedinginan.
Bintang, atau bila kamu enggan menyusuri hujan, kita bisa melakukan hal menyenangkan lain, minum teh dan mendengarkan musik kesayangan kamu misalnya, tentu saja sambil bercengkrama.
Kan ku ceritakan lelucon lelucon yang mungkin dapat kita tertawakan bersama.
Bintang, hujan begini kamu sedang apa ?


23 Mei 2014 pukul 9:41

Tidak ada komentar:

Posting Komentar