Aihh, aku benci bulan
keempat tahun ini
Jijik dan muak sekali
Melirik wajah-wajah najis berwibawa, lengkap dengan dasi pun peci..
Jijik dan muak sekali
Melirik wajah-wajah najis berwibawa, lengkap dengan dasi pun peci..
Aihh, semua mendadak
pasang foto berwajah ramah
Berseliweran, berserak di jalan raya macam artis saja. .
Berseliweran, berserak di jalan raya macam artis saja. .
Katanya ingin makmur
yang nomor dua,
Ingin sejahtera yang nomor tiga,
Ingin bebas sekolah yang nomor lima,
Ingin sejahtera yang nomor tiga,
Ingin bebas sekolah yang nomor lima,
Aihh, janji-janji para
bedebah !
Nurani ditukar dengan dua puluh lima ribu rupiah, jika beruntung seratus ribu..
Nurani ditukar dengan dua puluh lima ribu rupiah, jika beruntung seratus ribu..
Duh salah siapa ?
Kaum papa atau kaum penguasa?
Duh salah siapa ?
Harga cabe dan tempe meroket, bawangpun turut serta..
Ibu-ibu mengeluh pada bapak yang bekerja penuh peluh
Anak-anak merengek ingin jajan pun beli buku
Kaum papa atau kaum penguasa?
Duh salah siapa ?
Harga cabe dan tempe meroket, bawangpun turut serta..
Ibu-ibu mengeluh pada bapak yang bekerja penuh peluh
Anak-anak merengek ingin jajan pun beli buku
Duh, salah siapa jika
nurani seharga seratus ribu ?
Tanyakan pada sopir angkot yang berseliweran tiap pagi, yang terkentut dan terseok membelah kota..
Atau tanyalah pada tukang ojek yang mangkal di prapatan depan..
Tanyakan pada sopir angkot yang berseliweran tiap pagi, yang terkentut dan terseok membelah kota..
Atau tanyalah pada tukang ojek yang mangkal di prapatan depan..
Bukankah itu bukan
salah si papa?
Hei kawan, daku tak
pengaruhi kamu jadi golongan putih
Bisa mati daku ditangkap sang penguasa yang sibuk beriklan di televisi..
Daku ingin mengajak kamu mengevaluasi, berkoordinasi, dan mengkritisi
Ah, macam gaya bicara politisi saja !!
Bisa mati daku ditangkap sang penguasa yang sibuk beriklan di televisi..
Daku ingin mengajak kamu mengevaluasi, berkoordinasi, dan mengkritisi
Ah, macam gaya bicara politisi saja !!
Bapak dan ibu yang berdasi pun berpeci, sungguh betapa kalian baik hati..
Demi kursi kau beli
nurani kami,
Duh, apa ini salah kami ?
seratus ribu untuk cabe, tempe, bahkan buku..
Aih, salah siapa ?
Duh, apa ini salah kami ?
seratus ribu untuk cabe, tempe, bahkan buku..
Aih, salah siapa ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar