Senin, 03 Maret 2014

(1) Dari sini, dari sudut yg luput dari pandanganmu aku memeluk mimpi.

Dari sini, dari sudut yg luput dari pandanganmu aku memeluk mimpi..
mimpi yang terkukung oleh jingganya langit sore, langit sore yang bias kan lengkung senyummu..
dari sini, dari sudut yang luput dari pandanganmu aku memeluk mimpi..
mimpi yang terhalang ramainya kepakan sayap kelelawar, kelelawar nakal yang bisikkan namamu diantara awan sirus..
Teriakanku lenyap diantara anak tangga rumah kayu yang reot, berderit menjemukan!
lamunanku terputus diantara syair kelu lagu era remaja ibuku, berdendang memabukkan..
dan aku tersadar dari sudut ini, sudut yang luput dari pandanganmu..
Manalah sempat aku mencegah hatiku, manalah kuat ku hilangkan rasaku, sedangkan tiap ku menghadapNya namamu selalu yg terakhir kusebut kerana banyak sekali pintaku akan kamu, sedangkan saat kubuka layar ponselku selalu saja gambar itu, potret kita dengan dua jari disebelah deretan gigi, bagaimanalah bisa mengagumi seperti ini?
aku ingin tahu, tidakkah kamu bosan duduk disana? Tidak tertarikkah duduk disini, disudut yg luput dari pandanganmu?
hatimu adalah meja bundar yang tak bertepi, lingkaran jam yang tak bosan diputari, biarlah, biarkan senja beranjak pergi tanpa kamu yang harus perduli..
dari sini, dari sudut yang luput dari pandanganmu aku memeluk mimpi . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar