Belum ke Cambodia jika belum
mengunjungi kota yang satu ini. Kota tujuan wisata terpopuler disini. Kota
kecil yang menjadi favorit para turis khususnya yang tertarik pada wisata
sejarah. Tentu saja karena di kota ini dapat dijumpai salah satu situs warisan
dunia yakni "Angkor Wat".
Angkor Wat adalah komplek candi
terbesar di dunia. Candi ini adalah peninggalan agama Hindu Budha di Cambodia.
Candi ini dibangun di pemerintahan raja Suryawarman pada pertengahan abad
ke-12. Pembangunan ini memerlukan waktu 30 tahun. Angkor Wat masuk dalam daftar
Situs Warisan Dunia UNESCO paa tahun 1992. Angkor Wat berarti "Kuil
Kota". Nama asli candi ini adalah Preah Pisnulok atau Vhisnuloka (tempat
dewa Wisnu bersemayam).
Kami sangat beruntung karena
berkesempatan mengunjungi Angkor Wat saat kami berada di Cambodia. Perjalanan
dari Battambang ke Siem Reap memerlukan waktu kurang lebih 3 jam. Kami
menggunakan mini bus sebagai kendaraan. Kami berangkat pagi hari dan akan bermalam semalam di Siem Reap lalu kembali pada kesokan harinya.
"Best Buddies" dan beberapa teman lain menemani kami pergi. Selain
itu ada Mr.Voithna, yang merupakan seorang dosen sekaligus staff dari
Universitas Battambang yang selalu setia menemani kami selama kami disana
Kami brangkat pukul 6.30 dan tiba
hampir pukul 10 pagi. Karena komplek candi yang sangat luas maka sangat tidak
mungkin untuk mengeksplor keindahan keseluruhan candi hanya dalam sehari. Jadi
kami hanya menikmati keindahan beberapa komplek candi saja. Diantaranya adalah
komplek candi Angkor, Bayon, dan Ta Phrom.
Untuk masuk kesana kami harus
membayar 20 dollar per orangnya, khusus untuk orang asing. Sementara penduduk
asli Cambodia tidak dikenakan biaya sama sekali -_- Harga yang cukup mahal bagi
kami. Sebelum masuk kita akan di foto dan dicetak di dalam tiket masuk yang
kita pegang dan jangan sampai hilang, karena pemeriksaan disana cukup ketat.
Kami memulai perjalanan hari itu
dengan berbelanja beberapa souvenir khas. Setelah puas berbelanja kami
memutuskan untuk memasuki komplek Angkor lebih dulu.Komplek tersebut di
kelilingi danau yang luas di kiri kanannya. Setelah masuk melalui gerbang akan
ada jembatan yang menghubungkan gerbang ke komplek candi. Konon dulu candi ini
digunakan sebagai tempat pemujaan bagi agama Budha yang masuk menggantikan
agama Hindu. Dinding candi terdapat relief yang sangat indah. Di komplek Angkor
ini terdapat menara candi tertinggi. Untuk mencapainya kami harus menaiki
tangga terjal yang disediakan.
Angkor Watt :)
Puas menikmati Angkor dan
berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan ke komplek candi Bayon. Bayon dalam
bahasa Khmer berarti Wajah. Sesuai namanya candi yang akan kami kunjungi ini
memiliki relief-relief wajah di setiap candinya. Candi ini juga sangat terkenal
di komplek Angkor Wat ini.
Namun hari yang tadinya sangat
terik berubah secara tiba-tiba. Hujan deras mengguyur kami hingga kamipun basah
kuyup. Kami terpaksa berteduh sambil mencari makan siang. Karena saat itu kami
berpuasa maka kami hanya menunggu sampai mereka selesai makan siang. Setelah
selesai kami menuju hotel tempat kami menginap dan berganti pakaian. Perjalanan
akan kembali dilanjutkan nanti siang.
Setelah berganti pakaian dan
berbenah, siang harinya sekitar pukul setengah tiga kami melanjutkan perjalanan
ke komplek Candi Bayon. Kita bebas keluar masuk candi asalkan tetap dalam
jangka waktu tiket yang kita beli dan tiket kita tidak hilang. Tiketnya
bermacam-macam. Ada yang 20 dollar untuk kunjungan satu hari, 40 dollar untuk
tiga hari dan 60 dollar untuk satu minggu. Setelah puas menjelajah dan
berfoto-foto kami melanjutkan ke candi terakhir, yaitu Ta Phrom.
Bayon Temple :)
Candi ini sangat terkenal karena
candi ini menjadi tempat shooting Angelina Jolie dalam film Thomb Rider. Oleh
karena itu candi ini juga terkenal dengan Candi Angelina Jolie. Dari semua
candi, yang menurutku paling menarik adalah candi ini. Karena diatas candi
terdapat akar-akar pohon yang sangat besar dan menghujam tepat diatas candi.
Akar-akar itu seolah muncul dari dalam candi. Banyak sekali turis-turis yang
berfoto disana dan tentunya kami harus antri.
Ta Phrom Temple
Setelah puas mengelilingi candi
akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di Angkor Wat. Hari juga
sudah sore. Setelah keluar dari sana, mereka membawa kami ke tempat hiburan.
Kalau di sini mungkin hampir serupa dengan pasar malam. Sudah lama aku tidak
pernah pergi berlibur seperti ini. Akhirnya setelah puas berkeliling kami lalu
mencari tempat untuk berbuka puasa.
Kami memilih salah satu restoran
cepat saji dan memesan makanan. Selesai makan perjalananpun dilanjutkan ke
tempat yang paling aku tunggu, yaitu Night Market. Sesuai namanya tempat ini
adalah pasar malam yang menjual macam-macam barang, terutama oleh-oleh. Sampai
disana kami bagai orang gila, membeli barang semaunya dan sesukanya. Lebih gila
dibanding tadi siang saat belanja di Angkor Wat. Apalagi aku. Lupakan semboyan
kami selama ini tentang berhemat selama disana. Aku harus memuaskan nafsu
belanjaku disana. Ditambah lagi banyak sekali oleh-oleh pesanan dari
teman-teman dan keluarga di tanah air ( kyaa.. Lebay).
Hari sudah malam, namun nafsu
belanjaku tetap saja belum hilang. Setelah dihitung-hitung aku sudah hampir
menghabiskan 150 Dollar (kurs 10.040) hari itu hanya untuk oleh-oleh. Jumlah
yang jauh lebih besar daripada biaya hidup kami satu bulan di Battambang.
Setelah di ingatkan oleh temanku karena hari sudah semakin malam maka aku
menghentikan semua kesenangan itu dan kembali ke mobil dimana semua temanku
telah menunggu. Perjalanan hari itu berakhir. Kami segera kembali ke hotel tempat
kami menginap. Perjalanan akan kami lanjutkan esok hari. Rencana selanjutnya
kami akan mengunjungi air terjun dan berenang disana.
Di hotel, aku sekamar dengan Novi
dan Vyvann seorang teman dari Cambodia. Ada kejadian yang tidak akan pernah
terlupakan malam itu. Malam itu saat kami melaksanaan sholat isya dikamar,
Vyvan yang menyaksikan Novi yang baru selesai melaksakan sholat Isya lantas
bertepuk tangan riang. Aku yang baru keluar dari kamar mandi untuk berwudhupun
sontak tertawa melihatnya bertepuk tangan seolah baru saja menyaksikan sesuatu
yang tiak pernah ia saksikan sebelumnya. Aku dan Novi hanya tertawa bingung
malam itu. Karena baru pertama juga bagi kami melihat ada orang yang bertepuk
tangan melihat orang melaksanakan sholat. Kami menutup malam itu dengan
berbincang sebentar dan pergi tidur.
Keesokan paginya kami bangun dan
bergegas bersiap-siap untuk perjalanan selanjutnya yaitu ke objek wisata air
terjun. Kalau tidak salah namanya adalah Phnom
Kulen. Perjalanan dimulai pukul 7.30 karena cukup jauh dari sana. Satu
yang sangat kami ingat di perjalanan kali ini. Mereka membuat kami seolah
menjadi orang lokal dengan mengajak kami terus bernyanyi didalam mobil agar
saat pemeriksaan karcis masuk kami tidak di kenai harga turis yang tentunya
sangat mahal. Tentunya lagu yang pernah kami pelajari sebelumnya. Kami juga
diminta duduk di tengah-tengah saat di dalam mobil.
Sesampainya disana kami diajak
mendaki ke puncak terlebih dulu untuk melihat patung Budha yang sedang
tertidur. Mereka lalu berdoa dengan Khusu'nya. Aku heran, mengapa orang-orang
Cambodia suka sekali membangun tempat berdoa di dataran tinggi seperti ini.
Begitu banyak tangga yang harus di daki di Cambodia. Aku benci tangga dan
dataran tinggi, karena saat itu kami sedang berpuasa. Hal yang paling aku ingat
adalah saat kami menaiki tangga, dimana di tangga telah berjejer banyak sekali
peminta-minta. Baik yang sudah tua maupun anak-anak kecil. Anehnya kami harus
memberikan sedekah kepada mereka. Waktu itu kami di berikan uang oleh mereka
yang sebelumnya telah di tukar ke pecahan kecil-kecil dan kami harus
memberikannya kepada para pengemis. Sempat shyok juga kalau di objek wisata di
Indonesia banyak sekali pengemis yang telah menanti.
Setelah puas berada di puncak dan
berfoto-foto, kami kembali turun. Kali ini kami akan menuju air terjun dan
berenang disana. Cukup jauh juga. Kami berganti pakaian dan menuju ke tempat
air terjun berada. Setelah melewati jalanan yang terjal dan berfoto-foto di
ayunan yang dihiasi banyak bunga (bayar 1 dollar per orang) kami tiba di air
terjun. Air terjunnya sangat besar dan indah. Satu yang mengejutkan, kami
menemukan ayunan yang lebih indah disana dan gratis (ternyata sebelumnya tadi
kami kena tipu).
Wonderful Waterfall :D
Kami mandi dan berenang disana.
Airnya segar sekali karena langsung dari pegunungan. Kami menghabiskan beberapa
jam disana dan berfoto-foto sampai puas. Setelahnya kami berganti pakaian dan
bersiap ke tempat tujuan selanjutnya, yakni shopping... Again ?
Kami tiba di tempat belanja
selanjutnya. Harga yang ditawarkan sedikit lebih murah. Aku kembali membeli
beberapa oleh-oleh. Kurang lebih menghabiskan 25 dollar. Aku menyudahi belanja
karena ingat uang yang kumiliki semakin menipis. Jangan sampai setelah ini kami
kembali mengunjungi tempat belanja, bisa-bisa uangku akan ludes dalam sekejab.
Setelah puas berbelanja, kami akhirnya melanjutkan perjalanan untuk pulang ke
Battambang. Perjalanan pulang sangat menyenangkan. Kami bernyanyi dan tertawa
bersama. Bermain dan berjoged ria. Seolah semua perbedaan serta lelah kami
telah sirna. Perjalanan pulang yang akan selalu ku rindukan.
Selanjutnya :D
Selanjutnya :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar